Shalat Di Masjid Agung Al-Barkah di Kota Bekasi

masjid agung al-barkah di kota bekasi

Fungsi mesjid bukan hanya sebagai pusat peribadatan saja, masih ada fungsi lainnya yang lebih luas misalnya sebagai tempat membina kegiatan umat. Fungsi ini berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan umat islam baik secara fisik maupun psikis.

“Begitulah halnya dengan Masjid Agung Al-Barkah di Kota Bekasi, selain fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, keberadaannya juga dipergunakan untuk memperbaiki perekonomian umat dan akhlak,” kata Abdul Hadie, ketua DKM Masjid Al-Barkah Bekasi.

Masih menurut Abdul Hadie, “Di sektor peningkatan ekonomi, maka upaya yang dilakukan masih terkonsentrasi di sekitar Masjid Al-Barkah saja. Untuk memperbaiki akhlak maka fungsi masjid adalah sebagai sarana fisik dan membina pengetahuan agama islam”.

“Di luar itu semua, pembangunan sebuah masjid bermakna memperkuat iklim agamis dan pilar-pilar kepribadian islami,” tambah Abdul Hadie.

Setelah kami mengidentifikasi data-data yang ada, diketahui bahwa di Kota Bekasi terdapat 650 buah masjid di tahun 2004 dengan potensi melayani setidaknya 1,5 juta umat islam di Bekasi. Jadi jika dirata-ratakan, sebuah masjid mampu melayani setidaknya 2.376 orang muslim di Bekasi.

Karena pesatnya pertumbuhan penduduk, pemerintah menyadari bahwa membangun ulang Masjid Agung Al-Barkah di Kota Bekasi sangat penting untuk bisa menampung lebih banyak jamaah. Hadie menambahkan bahwa ide untuk memperluas komplek Masjid Agung Al-Barkah di Kota Bekasi sudah mendapat persetujuan calon walikota saat itu yaitu Akhmad Zurfiah melalui nazarnya. Beliau bernazar bahwa jikalau beliau terpilih sebagai walikota, maka pembangunan sebuah masjid yang menjadi kebanggaan warga Bekasi akan direalisasikannya.

Dahulu Masjid Agung Al-Barkah di kota Bekasi pertama kali dibangun di tahun 1890 dengan luas lahan sebesar 3.370 meter dan pelopornya adalah Alm. H. Abdul Hamid. Dahulu di masa perjuangan kemerdekaan, komplek Masjid Al-Barkah sempat menjadi basis pertahanan para pejuang.

Renovasi pernah dilakukan di tahun 1969 pada masa jabatan Bupati dipegang oleh MS. Subandi. Pada waktu itu dana pembangunan masjid dihimpun secara swadaya dari masyarakat dengan iuran per kepala sebesar Rp. 5.

Masjid Agung Al-Barkah di Kota Bekasi memiliki sejarah yang panjang dan telah melewati masa-masa perjuangan kemerdekaan sehingga menjadi saksi bisu para pendahulu kita. Setiap upaya renovasi besar-besar harus mempertimbangkan aspek historis agar para generasi muda kota Bekasi tidak kehilangan informasi mengenai sejarah dibangunnya Masjid Ini. Masjid Agung Al-Barkah di Kota Bekasi beralamat di Jl. Veteran No. 46 Alun-Alun Bekasi 17141.