Luas Tanah Yang Sudah Tidak Layak Membuat Terminal Bekasi Akan Dinonaktifkan

Seiring dengan pertumbuhan jumlah angkutan yang semakin besar, kini lahan terminal bekasi diperkirakan sudah tidak sanggup lagi memuat angkutan yang lebih banyak. Keadaan ini membuat pemerintah berinisiatif untuk menonaktifkan terminal ini dalam beberapa tahun ke depan.

terminal bekasi

Karena luasnya yang hanya sebesar 1 hektar dan fungsinya yang terlalu berat sebagai penampung semua trayek yang mengalir baik di dalam kota juga dari luar kota, hingga provinsi, seperti terminal A maka kini hal ini dianggap tidak memungkinkan. Tidak heran jika di sekitar terminal sering terjadi kemacetan yang mengular hingga beberapa KM jauhnya.

Menurut Faikhun, Kepala terminal Kota Bekasi, kini terlalu banyak angkutan yang ngetem di luar terminal karena semua tidak bisa ditampung lagi di terminal bekasi. “Saat ini di terminal bekasi terdapat  22 trayek dengan bus sebanyak 400 buah dan rata-rata destinasinya adalah daerah jawa tengah, jawa barat hingga sumatera. Kini ada lagi ratusan armada yang ditambahkan ke perbatasan Jakarta, plus angkutan umum di dalam kota. Jadi bisa dibilang imbas angkutan yang membludak berpengaruh pada kemacetan,” katanya.

Faikhun menambahkan bahwa sebagian angkutan perbatasan ke wilayah Jakarta sering mengambil penumpang di luar terminal. Kebanyakan bus pada ngetem di Bulak Kapal dan di area tol bekasi timur. Banyak penumpang merasa risi jika harus datang ke terminal karena ketidaklayakan terminal. Karena inilah akhirnya bus yang mencari penumpang.

Sebagai kepala operasional terminal bekasi, Faikhun mengusulkan agar terminal sebaiknya dibangun menjadi 3 lantai. Akan lebih baik bila desain nya mirip dengan tipe A agar keberadaannya bisa menampung seluruh angkutan umum di daerah sekitar. Peruntukannya adalah bagian atas untuk bisnis, bagian tengah untuk angkot dan bagian bawah untuk bus.

“Selain perubahan desain yang sudah seharusnya lebih proporsional, aspek kenyamanan dan keramahan lingkungan juga harus diperhatikan karena bila lingkungan terasa nyaman, otomatis penumpang akan dengan sendirinya datang ke sini. Kalau hal ini bisa direalisasikan, insha Allah pendapatan dari sektor angkutan saja untuk daerah bisa mencapai 1,6 milliar dan hari ini baru tercapai 23 persennya saja. Hal ini disebabkan karena enggan masuknya angkutan ke dalam terminal, “ kata Faikhun.

Dadang Ginanjar, kepala Dinas Bangunan dan Pemukiman Kota Bekasi menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mempunyai rencana untuk mengubah peruntukan terminal bekasi menjadi terminal tipe A.